Lantai Vinyl adalah lantai sintetis yang terbuat dari bahan Polyvinyl Chloride (PVC). Sifat PVC yang fleksibel dan mudah direnggangkan, menciptakan lantai vinyl yang lentur dan nyaman ketika diinjak.

Sejak ditemukan 183 tahun lalu (1835), PVC sebagai bahan dasar pembuat Vinyl mengalami revolusi besar–Para ahli lantai memikirkan cara untuk menciptakan lantai yang tahan banting, ramah lingkungan sekaligus aman bagi kesehatan. Usaha keras itu melahirkan Lantai Vinyl (Vinyl Flooring).

Hampir dua abad usianya, Lantai Vinyl kini menjadi salah satu jenis penutup lantai alternatif, menggantikan lantai alami yang terbuat dari kayu (parket), dan bebatuan (marmer dan granit).

Dewasa ini, dalam rangka mendapatkan penutup lantai yang tampak natural, luxury sekaligus murah, Lantai Vinyl pun menjadi pilihan utama banyak kalangan dari berbagai strata, guna diaplikasikan pada hunian pribadi maupun bangunan institusi bisnis dan pemerintah.

Lantai Vinyl adalah alternatif pelapis lantai yang sedang hits, dan diprediksi akan terus populer dalam puluhan tahun ke depan.

Sejarah Lantai Vinyl – Sekilas Pandang

Lantai Vinyl adalah Resiliant Flooring (Pelapis Lantai Elastis), karena sifat bahannya yang tidak kaku, tetapi bisa menekuk, atau menggulung, dan fleksibel diaplikasikan dalam ruangan manapun. Bahkan, kini penutup lantai ini pun telah diaplikasikan pada luar ruang.

Sebelum Lantai Vinyl yang kita kenal sekarang ditemukan pada tahun 1920an, ada jenis bahan tahan lain yang digunakan sebagai pelapis lantai.

Pada sekitar tahun 1100 sampai 1200an, penutup lantai bermotif ubin terbuat dari karet mulai digunakan. Penutup lantai jenis itu kemudian memudar popularitasnya pada akhir tahun 1600an.

Pada 1845, linoleum mulai digunakan. Linoleum adalah bahan pelapis lantai yang terbuat dari minyak biji flax (linseed oil), yang dicampur dengan tepung kayu atau serbuk gabus dengan backing dari kain berserat kuat. Linoleum telah diproduksi secara industri di Skotlandia selama 12 tahun sebelum pabrik linoleum pertama kali muncul di Amerika Serikat (AS) pada 1872. Dan sejak itu, linoleum menjadi bahan pokok penutup lantai selama 70 tahun selanjutnya.

sejarah lantai vinyl
produksi vinyl flooring di perancis pada awal 1950an (via tarkettna.com)

 

Pada 1894, ubin yang berbahan dasar karet sempat kembali populer. Adalah Frank Furness, seorang arsitek asal Philadelphia, AS yang menemukan cara meletakkan/merangkai ubin karet itu sehingga kuat menyatu satu sama lain, sekaligus indah dipandang. Maka, para pemilik hunian pun dapat memposisikan ubin dengan mudah.

Lantai karet tersebut telah mempunyai kelebihan peredaman suara yang bagus. Lantai ini juga tahan lama dan mudah dibersihkan.

Pada 1904, penutup lantai berbahan gabus sempat pula digunakan, dan cukup populer dalam rentang 20 tahun selanjutnya. Kekurangan bahan ini pada saat itu adalah harganya yang mahal, dan minimnya pilihan motif.

Vinyl sebagai Lantai

Bahan Vinyl (klorida) sendiri ditemukan pada 1835. Namun penggunaannya sebagai lantai secara luas baru dimulai pada tahun 1930an.

Pada 1872, Eugen Baumann, berhasil mengembangkan Polyvinyl Chloride (PVC) di Jerman. Lalu, pada 1913, Friedrich Klatte, datang dengan metode alternatif untuk mendapatkan PVC tersebut dan dipolimerisasi. Klatte kemudian mendapatkan hak paten yang pertama untuk PVC.

Tiga belas tahun kemudian, Vinyl sebagai zat yang bermanfaat ditemukan karena ketidaksengajaan. Di Akron, Ohio-AS, Waldo Lonsbury Semon, seorang peneliti, mencoba mengembangkan perekat untuk mengikat karet pada logam. Semon bereksperimen dengan bahan yang dihasilkan oleh kegagalannya menciptakan polivinil klorida plasticized. Berbeda dengan bahan kaku yang dihasilkan oleh Baumann dan Klatte, penemuan Semon tampak seperti karet yang belum diproses. Dia mematenkan penemuannya itu. Penemuan Semon kemudian diaplikasikan dalam industri, yakni dalam pembuatan tabung plastik, isolasi kawat dan gasket, bola golf, tirai shower dan tumit sepatu. Dan akhirnya, pada 1933, dalam acara Century of Progress Exposition di Chicago-AS, Vinyl Composite Tile sebagai pelapis lantai dipresentasikan.

Sejak saat itu, Vinyl mulai dikenal publik sebagai alternatif penutup lantai yang mudah dalam pemasangan. Namun, belum sempat diproduksi besar-besaran, produksi Lantai Vinyl terhenti karena Perang Dunia II. Dalam masa sulit itu, bahan karet, plastik dan PVC sangat langka jumlahnya untuk penggunaan non militer; Umumnya, semua bahan karet dan PVC dipakai untuk melindungi kabel pada kapal-kapal militer saat itu.

Usai perang, Vinyl diperkenalkan kembali. Dan pada 1960, ada kemajuan lebih lanjut dalam teknologi Lantai Vinyl. Dimana ditambahkannya bahan pada layer bawah, yang membuat nyaman ketika dipijak.

Pada 1970an, Vinyl plank (lembaran) untuk pertama kali diperkenalkan ke pasaran. Motifnya yang realistik membuatnya tampak seperti kayu alami.

Saat ini, Lantai Vinyl plank sedang pada masa popularitasnya. Segala kelebihannya membuat Lantai Vinyl ini menjadi salah satu pilihan utama pelapis lantai di seluruh dunia.

Jenis Lantai Vinyl

Pelapis lantai ini memiliki 3 jenis utama, yakni:

– Lantai Vinyl Tile (berbentuk seperti ubin dengan banyak motif)

– Lantai Vinyl Plank (berbentuk lembaran yang tampak seperti parket)

– Lantai Vinyl Roll (berbentuk seperti karpet, karena itu Vinyl Roll kadang disebut pula dengan Vinyl Karpet).

Kelebihan Vinyl Flooring

Vinyl Flooring berkualitas baik (premium) mempunyai sejumlah kelebihan/keunggulan. Khusus untuk produk Lantai Vinyl Meigan, terdapat puluhan kelebihan. Hal ini hendak menegaskan produk penutup lantai ini sebagai salah satu yang terbaik dalam hal interior lantai hunian di Indonesia.

Berikut sejumlah kelebihan Lantai Vinyl Meigan:

1. Tahan terhadap air (water resistant)

2. Tahan gores (anti-scratch)

3. Tahan paparan sinar matahari

4. Anti rayap

Lantai Vinyl Jakarta
Lantai Vinyl Meigan yang dapat diaplikasikan dengan maksimal pada berbagai bidang termasuk dinding dan plafon

5. Dapat diaplikasikan pada dinding dan plafon

6. Banyak pilihan motif

7. Mudah perawatan dan nol biaya!

8. Tahan Lama, dll.

 

Simak: Puluhan Kelebihan Vinyl Meigan

 

Kekurangan Lantai Vinyl

Selain sejumlah keunggulan tersebut, produk penutup lantai alternatif ini pun memiliki sejumlah kekurangan, di antaranya:

1. Rentan terhadap tusukan benda tajam

2. Harus diaplikasikan pada bidang rata

3. Satu plank rusak, harus diganti dengan membeli 1 dus (box) baru

4. Bahaya Volatile Organic Compounds (VOC)?

VOC disebut-sebut sebagai bahan berbahaya yang terkandung pada material yang terbuat dari PVC seperti Vinyl. Sebagian kecil orang, katanya sensitif terhadap kandungan VOC yang dilepaskan oleh Vinyl. Namun hal ini perlu kajian medis lebih lanjut.

Cara Memasang Vinyl Lantai

Produk Vinyl sekelas Vinyl Meigan, tidak menganjurkan pemasangan mandiri. Untuk hasil maksimal, ahli Vinyl dari Meigan Flooring akan memasang produk ini dalam tahapan prosedural yang profesional dan terstandarisasi–Proses pengaplikasian harus melalui 4 tahapan pemasangan, yaitu: Selfleveling–Buffing–Vacum-Pengeleman.

Cara pemasangan lantai vinyl
selfleveling menggunakan resin (liquid) sebelum memasang lantai vinyl

Dalam konteks itu, khusus untuk pemasangan Vinyl Roll, hanya dapat dilakukan oleh ahli pasang Vinyl. Sebab, ada proses welding yang ahli Vinyl saja tidak mudah melakukannya, apalagi konsumen awam.

Secara umum, dalam urut-urutan yang benar, Cara Pemasangan Lantai Vinyl meliputi hal-hal berikut:

1. Kondisi lantai harus lurus/rata. Maka, lantai akan dipastikan bebas dari debu, air dan kelembapan. Dalam hal inilah proses Selfleveling–Buffing–Vacum dilaksanakan maksimal.

2. Pintu pada ruangan biasanya menjadi patokan kesejajaran.

3. Pengeleman dilakukan dengan menggunakan lem khusus (jadi bukan lem kuning).

4. Setidaknya, tiga hari setelah pemasangan, lantai sudah bisa dibersihkan menggunakan sapu dan atau dipel (dalam perasan air minimal).

Motif Lantai Vinyl

jual produk lantai vinyl meigan
tipe vinyl flooring meigan

Motif Vinyl Flooring yang tersedia di pasaran sekarang ini terbilang banyak—ada Vinyl tile, plank dan roll (karpet Vinyl).

Khusus, Lantai Vinyl Meigan dari Meigan Flooring, tersedia 9 motif kayu untuk Vinyl Plank, dan untuk jenis Lantai Vinyl Roll merk Tarket, tersedia 6 motif concrete, 4 motif ferum dan custom printing (gambar sesuai keinginan).

Harga Lantai Vinyl per Meter Persegi

Harga Vinyl tile dan plank di pasaran saat ini ada pada kisaran harga Rp. 120.000 hingga Rp. 150.000 per box. Umumnya, per box dapat menutup area lantai seluas 3 meter lebih. Sedangkan, untuk harga Vinyl plank luxury dengan kualitas nomor satu, harga materialnya ada di range 300 ribuan, dengan biaya pasang puluhan ribu per meter persegi.

Harga Vinyl Roll (Lantai Vinyl Karpet) di pasaran saat ini ada pada range Rp. 50.000 hingga Rp. 300.000. Ada distibutor yang menjual dengan minimal sekian meter, dan ada pula yang harus dibeli dalam 1 roll yang berukuran lebar 2 meter dan panjang hingga 25 meter. Sedangkan, untuk Lantai Vinyl Roll dengan kualitas nomor satu, seperti merk Tarkett (buatan Perancis) dari Meigan Flooring, dijual di atas range tersebut, tetapi dengan jaminan kualitas teruji.

Pilih Distributor Vinyl Flooring Terpercaya!

Berhati-hati dalam memilih produk Vinyl Flooring berkualitas terbaik! Jangan tergoda promo tanpa jaminan kualitas jangka panjang. Ingat, bagaimanapun selalu berlaku frasa: Ada harga, ada kualitas. Teliti sebelum membeli!

Pilihlah produk Vinyl Flooring dari produsen yang sudah berpengalaman lama menjual/mendistribusikan produk berkualitas teruji. Dalam kaitan ini, simak sejumlah kriteria produsen Vinyl yang recommended di laman GrahaFurniture.com, dengan artikel berjudul: Ciri Distributor Lantai Terpercaya dan Profesional.

Jika berencana menutup lantai hunian Anda dengan produk penutup lantai yang natural, luxury, murah, tahan lama, dan kekinian, Lantai Vinyl adalah pilihan tepat!

 

dari berbagai sumber

 

 

Comments are closed.